Internet seperti magnet dengan daya tarik besar. Pemerintah menggebu-gebu mengkampanyekan percepatan penguasaan teknologi informasi ini. Depdiknas memberikan anggaran yang besar untuk mempercepat penetrasi internet ke sekolah. Konsep e-learning pun kerap diucapkan oleh pejabat. Untuk mempromosikan barang baru ini, digenjotlah sosialisasi besar-besaran tentang perlunya sekolah mengenal internet.
Belum lama, iklan layanan masyarakat “Internet Go To School” produksi Telkom muncul tiap hari di TV. Pekan-pekan ini juga gencar ditayangkan iklan layanan masyarakat Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional), produksi Depdiknas. Iklan ini menyampaikan pesan, “Sudah saatnya internet masuk sekolah. Jangan sampai terlambat, karena Depdiknas sudah membangun jaringannya”. Tapi, apakah jaringan yang menganggarkan sewa bandwith sampai sebesar Rp 90 M setahun ini sudah bisa dimanfaatkan secara optimal? Seberapa jauh perjalanan internet masuk sekolah ini? Berapa banyak sekolah yang sudah terhubungkan dengan internet? Apakah guru-gurunya sudah siap? Bisakah e-learning dipraktikkan secara massif? Ataukah, yang sudah siap itu baru sebatas pejabat konseptornya saja, sementara jajaran dibawahnya masih tergagap-gagap? FORTIP mengundang Anda untuk mengikuti diskusinya.
Tempat : Hotel Atlet Century, Jl Pintu Satu, Senayan
Waktu : 27 Desember 2007. Jam 12.00-15.00
Narasumber :
- Romi Satria Wahono, Pakar e-Learning, Pendiri ilmukomputer.com
- Doni. B.U, ICT Watch
- Wicaksana, Redaktur TI, Tempo.
- Tedi Setiadi, Pengajar IT, SMPN I Cimahi
Peserta:
- Pemerhati TI dan Pendidikan
- Kalangan Pendidik, Guru-guru Sekolah
- Vendor TI
- Umum
- Pers
Konfirmasi: Mahfud Ahmad 0815 1013 6032
December 26th, 2007, posted by kontributor
TI Pendidikan, Umum
Kehadiran teknologi informasi merupakan faktor utama tersedianya pelayanan yang cepat, akurat, terartur, akuntabel dan terpecaya di dalam berbagi aspek kehidupan pada era sekarang ini, diantaranya ialah institusi pendidikan, guna menggembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan maka digunakanlah teknologi informasi atau yang lebih dikenal dengan e-learning. Dalam tulisan ini akan dikemukakan hasil analisis SWOT dalam e-learning dan urgensi e-learning dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan serta berbagai peran dan fungsi teknologi informasi sebagai solusi permasalahan pendidikan konvensional .
e-learning.pdf
December 25th, 2007, posted by kontributor
Kompetensi Guru, TI Pendidikan
Bentuk dan rona pendidikan tinggi di Era Perdagangan Bebas semakin perlu kita fahami karena pada akhir bulan Mei 2005 negara-negara anggota WTO akan menandatangani General Agreement on Trade in Services (GATS) yang mengatur liberalisasi perdagangan 12 sektor jasa, antara lain layanan kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa akuntansi, pendidikan tinggi dan pendidikan selama hayat, serta jasa-jasa lainnya.
strategi-menghadapi-liberalisasi-pendidikan-tinggi.pdf
December 25th, 2007, posted by kontributor
Manajemen Pendidikan, Umum
Dunia pendidikan Indonesia saat ini setidaknya menghadapi empat tantangan besar yang kompleks. Pertama, tantangan untuk meningkatkan nilai tambah (Added value), yaitu bagaimana meningkatkan nilai tambah dalam rangka meningkatkan produktivitas, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan.
strategi-pengembangan-kompetensi-siswa.pdf
December 25th, 2007, posted by kontributor
Manajemen Pendidikan
Perubahan lingkungan luar perguruan tinggi (PT), mulai lingkungan sosial, ekonomi, teknologi, sampai politik mengharuskan PT memikirkan kembali bagaimana perubahan tersebut mempengaruhi PT sebagai sebuah institusi sosial dan bagaimana PT harus berinteraksi dengan perubahan tersebut (Boyce, 2002). Kecenderungan dan masalah PT di Indonesia akhir-akhir ini sangat mirip dengan apa yang terjadi di Amerika akhir tahun 1970- an (Karol dan Ginsburg, 1980). Pada saat itu, PT di Amerika dihadapkan pada masalah (1) hilangnya kepercayaan pada manfaat pendidikan tinggi; (2) perubahan pola minat calon mahasiswa kepada jurusan vokasional; (3) meningkatnya persaingan antar PT; (4) membumbungnya biaya pendidikan; (5) maraknya pembukaan community college yang lebih dekat secara geografis dengan mahasiswa dan berbiaya rendah; (6) meningkatnya kepedulian terhadap manajemen pendidikan yang lebih efektif; dan (7) lunturnya semangat kolegialitas.
teknologi-informasi-di-perguruan-tinggi.pdf
December 25th, 2007, posted by kontributor
TI Pendidikan
Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas, namun tidak semua wilayah itu terjangkau oleh teknologi yang memadai. Banyak daerah pelosok yang masih kesulitan untuk menerapkan sistem pendidikan yang layak. Sedangkan di daerah metropolitan pendidikan serta perkembangan ICT sudah begitu luasnya. Percepatan perkembangan ICT di daerah metropolitan ini belum diimbangi oleh perkembangn ICT di daerah pelosok (tertinggal). Read the rest of this entry »
December 25th, 2007, posted by kontributor
Kebijakan Pendidikan